Mengapa kita perlu mempelajari psikologi perkembangan atau yang biasa dikenal dengan perkembangan masa hidup (Life Span Development)? Jika anda sudah atau akan menjadi orangtua atau guru, tanggung jawab terhadap anak-anak sudah menjadi bagian dari kehidupan anda sehari-hari. Semakin banyak anda belajar tentang mereka, maka semakin baik anda berurusan dengan mereka.
Dengan mempelajari perkembangan masa hidup maka kita akan mengetahui bagaimana karakteristik perkembangan dan persoalan-persoalan kontemporer dalam perkembangan masa hidup kita sebagai manusia. Seperti bagaimana karakteristik manusia pada usia anak-anak awal dan persoalan apa sajakan yang berkaitan dengan usia anak-anak awal.
Perkembangan masa hidup memiliki 2 macam perspektif atau pandangan. Pertama, pendekatan tradisional (traditional approach) adalah pendekatan yang menekankan perkembangan pada perubahan ekstrim dari lahir hingga masa remaja saja. Sedangkan yang kedua, pendekatan masa hidup (the life-span approach) adalah pendekatan yang menekankan pada perubahan perkembangan terjadi selama masa hidup manusia.
Menurut pakar perkembangan masa hidup, Paul Baltes, perspektrif perkembangan masa hidup (life-span perspective) mencakup tujuh kandungan dasar yaitu: Perkembangan bersifat seumur hidup, multidimensional, multidireksional, plastis, melekat secara kesejarahan, multidisiplin, dan kontekstual. Berikut adalah penjelasan dari setiap kandungan tersebut.
Perkembangan bersifat seumur hidup. Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian, yang berinteraksi dalam cara yang dinamis sepanjang siklus kehidupan. Sehingga selama proses bertambahnya usia, maka selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan.
Perkembangan bersifat multidimensional. Perkembangan terdiri atas dimensi biologis, kognitif, dan sosial. Dimensi inilah yang dikaji dalam setiap periode perkembangan manusia. Bahkan dalam satu dimensi semacam intelegensi, terdapat banyak komponen, seperti intelegensi abstrak, intelegensi nonverbal, intelegensi sosial, dan lain-lain
Perkembangan bersifat multidireksional. Beberapa dimensi atau komponen dari suatu dimensi dapat meningkat dalam masa pertumbuhan, sementara dimensi lainnya menurun. Misalnya, orang dewasa akan lebih arif dalam berpikir mengingat pengalaman yang banyak, tetapi disisi lain ia merasa mudah lelah jika malakukan pekerjaan berat.
Perkembangan bersifat lentur (plastic). Bergantung pada kondisi kehidupan individu, perkembangan terjadi melalui banyak cara yang berbeda. Sehingga manusia satu dan lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama. Misalnya, kemampuan penalaran orang dewasa dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan orang dewasa lainnya melalui pengalaman pribadi.
Perkembangan melekat secara kesejarahan. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor sejarah dimana individu hidup. Seorang berusia 40 tahun mengalami depresi berat akibat perang dunia pertama, akan berbeda dengan seorang berusia 40 tahun mengalami depresi pada waktu sekarang ini.
Perkembangan dipelajari oleh berbagai multidiplin. Para pakar psikologi, sosiologi, antropologi, neurosains, dan peneliti kesehatan semuanya mempelajari perkembangan manusia dan berbagi persoalan untuk membuka misteri perkembangan masa hidup manusia.
Perkembangan bersifat kontekstual. Perkembangan manusia mengikuti konteks yang meliputi linkungan, sosial, kebudayaan, dan lain-lain. Sehingga individu dilihat sebagai makhluk yang sedang berubah di dalam dunia yang sedang berubah.
Dengan mempelajari perkembangan masa hidup atau psikologi perkembangan, maka kita akan menemukan informasi tentang siapa kita, bagaiamana kita dapat seperti ini dan kemana masa depan akan membawa kita.
Daftar Pustaka
Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Jumat, 19 November 2010
Kamis, 18 November 2010
Ritual "mitoni"
Deskripsi Ritual "mitoni" anak kecil yang baru dilahirkan
Ritual:cuci kaki sebelum melihat anak kecil
Pelaku: keluarga pak khusen
Waktu: setiap kali melihat anak kecil
Subyek: mbak kasiem,ibu khusen,dan bapak sulem
Tempat:desa wonocolo
Disini saya akan menceritakan kebudayaan yang pernah saya lihat dikeluarga ini mulai hamil sampai di lahirkan,pada usia kandungan menginjak 3 bulanan keluarga ini di haruskan memakan kacang-kacangan agar calon bayi yang akan dilahirkan bisa pintar dan cerdas tapi tidak untuk kacang panjang karena apabila kacang panjang yang akan di makan calon bayi yang akn di lahirkan menjadi bodoh dan tidak mempunyai pengetahuan,selain itu juga sang ibu di haruskan makan jambu biji karena apabila memakan jambu biji maka calon anak yang di lahirkan menjadi kuat ingatannya dan mudah untuk mengahafal sesuatu yang ingin di hafalkannya, juga tidak boleh memakan makanan yang sudah menjadi bekas makanan binatang karena juga bisa berefek kepada calon bayi yang akan di lahirkannya, seperti kelakukan yang tidak pantas di lakukannya yang semestinya tidak dilakukan seperti tingkah laku binatang.
Ketika usia kandungan menginjak 4 bulan keluarga ini di haruskan mengadakan suatu acara yang di sebut acara penyambutan roh,
Diantaranya acara yang di lakukan adalah mengundang beberapa orang dari tetangganya untuk mengadakan tahlil bersama,yang juga bertujuan untuk calon bayi yang akan dilahirkannya agar menmjadi anak yang soleh dan solehah dan selain itu agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, guru dan masyarakat juga bangsa dan negara,karena keluarga ini berasal dari keluarga yang tidak mampu jadi acara ini di buat sederhana yang mengundang beberapa orang saja.
Diantara sesajen yang di hidangkan adalah yang biasa di sebut "tajin 7 rasa"yang mesti di cicipin oleh sang ibu yang sedang mengandung karena tujuan yang membuat tajin itu sendiri adalah agar anak yang di lahirkan itu dapat membedakan yang mana yang baik dan yang benar menurutnya dan dapat terbebas dari tipu daya manusia yang yang berbuat seenak-enaknya.selain itu keluarga ini membuat kue untuk para tetangga yang bertujuan untuk agar kebahagian selalu berada di sampingnya juga selain itu juga para tetangga juga dapat merasakan kebahagian di keluarga ini.
Saya melihat ritual tersebut ketika saya baru datang dari kampus, kebetulan pada saat itu ibu kasiyem baru saja datang dari rumah sakit yaang baru saja melahirkan dan kebetulan juga saya mau langsung melihat dan ingin menyentuh bayi yang baru saja dilahirkannya itu,tiba-tiba ibu kasiyem itu berkata:
"ojo delok disek mb'!,cucien sikil disek mari ngono,delok mane"
"Jangan meliahat dulu mab'!,cuci kaki dulu habis itu lihat lagi"
Setelah saya cuci kaki sayapun bertanya kenapa bu mesti cuci kaki sayakan Cuma lihat , apalagi Cuma sebentar saja, dan ibu itu berkata:
"sampean itu baru teko,takut gowo setan nangdi-nangdi"
"Kamu itu baru datang takut membawa setan dari mana-mana"
kebudayaan yang di gunakan disini sejak dulu karena mereka menganggap suatu kebudayaan yang sangat kental dengan tradisi nenek moyangnya.
Bahkan bukan Cuma itu saja, bahkan ari-ari (tembuni) yang mereka tanam di bumi sampai anaknya berumur 4 bulan baru di lepas dan bahkan ari-ari yang di kubur itu mesti di kasih lampu, yang menurut mereka agar ari-arinya tidak gelap selain sebagai teman bayi yang sejak dalam kandungan sampai 40 harinya sang bayi tersebut jika sudah besar nanti kehidupannya tidak gelap. waktu itu saya sempat bertanya kenapa ari-ari tersebut di kasih lampu?, dan ibu itu menjawab:
"ya,engkok wes gede enggak peteng atine ambek ari-ari iku koncone bayi nang jero weteng "
"Nanti kalau sudah besar tidak gelap hatinya dan juga ari-ari tersebut termasuk teman bayi ini sejak dalam kandungan"
Kebudayaan seperti ini sudah diangggap suatu kepercayaan yang sudah turun temurun, suatu kebudayaan yang tidak dapat di hilangkan yang apabila di hilangkan maka tradisi tersebut musnah pula, memang tradisi ini tidak berlandaskan al-qur'an dan hadist tapi apabila sesuatu yang sudah mendarah daging tidak di kerjakan maka yang akan terkena adalah orang-orang yang melakukan tradisi tersesbut. Mengapa harus begitu karena sesuatu yang sudah dipercayakan maka akan menjadi erat hubungannya.
Katanya juga ketika bayi sudah di lahirkan dan tidak lama dari kelahiran tersebut sang bayi langsung diazani karena bertujuan untuk agar sang bayi langsung mendengar kalimatullah, saya tidak sempat melihat ritual tersebut cuman ketika saya bertanya ibu kasiyem juga mengatakan seperti itu.
Acara 36 harinya adalah acara pelepasan awal keluar dari rahim sang ibu yang di sebut pelepasan kesialan, diantaranya memotong kuku bayi,rambut yang dari sejak lahir,dan juga membuat nasi urap-urap yang di berikan kepada para sudah tua kehidupannya tidak penuh dengan kesialan dan kegagalan.
Acara 4 bulanannya keluarga besar ini melakukan suatu ritual yang mungkin saya tidak pernah melihatnya di kampung halaman saya. orang-oranng disini mengistilahkan "nasi tumpeng "
nasi tumpeng :
Nasi tumpeng adalah nasi yang biasa di gunakan dalam acara 4 bulanan ,nasi yang di buat bertujuan apabila sudah dewasa nanti dapat mendapatkan rejeki yang di ridho'inya.
Nasi bubur :
Kebudayaan seperti ini sudah diangggap suatu kepercayaan yang sudah turun temurun, suatu kebudayaan yang tidak dapat di hilangkan yang apabila di hilangkan maka tradisi tersebut musnah pula, memang tradisi ini tidak berlandaskan al-qur'an dan hadist tapi apabila sesuatu yang sudah mendarah daging tidak di kerjakan maka yang akan terkena adalah orang-orang yang melakukan tradisi tersesbut. Mengapa harus begitu karena sesuatu yang sudah dipercayakan maka akan menjadi erat hubungannya.
Acara 7 bulanan juga dilakukan oleh keluarga ini yang di sebut "modon lemah" yang apabila di bahas indonesiakan artinya adalah "turun tanah" sebelum ritual itu di laksanakan sang bayi di mandikan dulu,sdsudah di, mandikan sang bayi dipakaikan baju dulu sementara sang keluarga menyiapkan benda-benda yang di gunakan untuk ritual modon lemah, benda-benda itu termasuk uang seribu,pensil, tasbih,suri(sisir),koco. Setelah peralatan sudah di persiapkan langsung di taruh di lengser,sementara bayi dipakaikan baju sesajen tadi taruh di tanah dan ketika bayi itu datang maka sang bayi di haruskan berada tepat di depan sesajan tersebut,dan para tetangga di panggil untuk berkumpul dan berdoa sebelum ritual tersebut dimulai.habis itu maka sang bayi di suruh ngambil sesajen yang ada di depan tersebut,jika sang bayi mengambil salah satu sesajen yang ada di depannya maka akan menandakan sesuatu yang terkandung di dalamnya,seperti jika mengambil uang maka kehidupannya akan di penuhi oleh rijeki, dan seterusnya.
Ritual ini berbeda dengan ritual yang di lakukan oleh suku madura yang biasanya ketika usia bayi dalam kandungan 4 bulan,justru sebaliknya sang ibu di haruskan memakan makanan yang berbau kacang-kacangan dan jambu biji yang bertujuan untuk mudah mengingat suatu hafalan yang akan di hafalkannya dan di percayai calon bayi yang akan di lahirkan cerdas dan pintar.
Ketika usia kandungan juga menginjak 7 bulan juga melakukan ritual yang berbeda dengan sebelumnya,yaitu ritual siraman tujuh bulanan yang hanya berlaku pada kehamilan yang pertama kalinya dan tidak untuk tidak seterusnya,sesajen yang di gunakan adalah seekor ayam hidup yang di pegang sang ibu yang sedang hamil,dan mengundang para ibu-ibu dan temen-teman yang ingin menyiram sang ibu yang sedang hamil tersebut, orang-orang yang menyiram tersebut di haruskan memberikan uang yang bertujuan untuk kelancaran rejeki dan memukul kepala sang ibu yang bertujuan untuk agar bentuk kepala sang bayi bagus, uang dan ayam tersebut yang di pegang oleh sang ibu tidak di perbolehkan di ambil sang ibu.
Sedangkan ritual yang harus di lakukan sang suami pada waktu selesai siraman sang di haruskan memotong dan membelah dua kelapa tersebut jika kelapa itu terpotong pas di tengah-tengah,dipercayai akan melahirkan calon bayi laki-laki, sedangkan apaabila potongan tersebut tidak pas di tengah-tengahnya itu di percayai sang bayi yang akan di lahirkannyan perempuan.sedangkan sang ibu harus memecahkan telur ayam tadi dengan kakinya yang menandakan bahwa sang bayi akan keluar pada waktunya.
Sedangkan bagi sang suami yang membelah kelapa itu tidak harus satu kali,karena jika sang suami menikah lagi dengan wanita yang belum pernah hamil ataupun menikah maka sang suami di haruskaqn melakukan ritual tersebut. berbeda dengan sang istri yang selama hidupnya cukup sekali.
Juga ada persamaan dan perbedaan yang sangat tipis yaitu ketika bayi yang sudah di lahirkan langsung di adzani agar langsung mendengar kalimatullah,sebelum di laksanakannya pengadzanan itu sang ayah di haruskan merapikan diri agar anaknya nanti kalau sudah besar pintar bersih-bersih.
Setelah itu sang ayah menguburkan ari-ari langsung di kuburkan, sebelumnya sang ayah juga di haruskan memakai pakaian rapi dan bersolek agar anaknya nanti kalau sudah besar pandai merapikan diri. tak pula wadah yang di gunakan untuk ari-ari tersebut wadah yang besar agar anaknya nanti kalau sudah besar makannya lahap selain itu juga sehat.
Setelah sampai pada sore hari di haruskan sang ayah membakar kemeyan, agar setan-setan tidak menggangu anak kecil tersebut, ketika bayi tersebut di ganggu maka bayi tersebut akan menangis terus menerus, sebelum itu disebelah bayi tersebut di kasih sesajen diantaranya, paku, cabe rawit yang kering, bawang putih dan bawang merah, dan bulu burung elang dan tak lupa pula sabit yang di tulis lafadz allah. Bawang tadi di tusuk dengan paku yang bertujuan untuk penangkal dari hantu kuntilanak, sedangkan bulu yang di gunakan sebagai tusuk konde oleh sang ibu bertujuan untuk pengangkal ibu sendiri agar air susu ibu tersebut tidak di hisap oleh hantu kuntilanak.dan sabit tersebut bagian dari penangkal tersebut.
Setelah sampai pada hari yang 3 ari-ari yang di kubur tadi di haruskan di beri obor, karena apabila tidak di kasih obor maka bayi tersebut tidak merasa hangat karena tujuan dari memberi obor tersebut adalah agar bayi tersebut merasa hangat,bahkan setiap hari sesudah hari ke-3, juga tidak lupa membakar kemenyan setiap kali menjelang malam di setiap sudut rumah harus di beri bakaran kemenyan di ke-7 sudut tersebut, yang bertujuan untuk tidak ada sela-sela hantu kuntilanak dapat mengambil bayi tersebut karena dialkisahkan pengambilan bayi tersebut lantaran sewaktu masih hidup dulu hantu kuntilanak itu kehilangan sang bayinya karena di ambil oleh sang suaminya.
Setelah di pojok - pojok tersebut sudah diberi kemenyan sekarang giliran yang di dapur membakar kulit bawang merah,cabe kering dan tidak lupa pula garam karena juga bertujuan untuk mengusir para hantu kuntilanak menggangngu peristirahatan sang bayi.Hal ini harus dilakukan dari semenjak lahir hingga sampai usia bayi menginjak 40hari.
Dan ketika sampai pada hari yang menjadi hari lahirnya sang bayi yang biasa di sebut hari kelahiran maka kebudayaan yang mereka pakai adalah memotong kuku bayi dan rambut sang bayi yang bertujuan untuk menghilangtkian kesialan karena mereka menganggap rambut dan kuku yang ada yang melekat di badannya tersebut masih asli dari kandungan.
Jika sang bayi mau di bawa keluar yang sekira masih berumur 40 hari maka sang bayi diharuskan memakai arang yang ada di obor dan di letakkan di dahi,di telapak kaki dan tak lupa pula di pergelangan tangan karena takut apabila dalam perjalanan nanti diikuti hantu yang bisa menggangu bayi tersebut.
Sebelum itu juga sang ibu tidak di perbolehkan keluar malam karena takut hujan panas juga bisa berefek pada bayi,dan air susu ibu itu tidak bisa di9 minum oleh sang bayi karena terkena angin malam yang juga bisa mengganggu kesehatan sang bayi dan selain itu juga dapat mematikan sang bayi.
Dan juga berbeda dengan adat melayu yang apabila keluar melalui sungai harus membuang uang yang bertujuan untuk Kebudayaan seperti ini sudah diangggap suatu kepercayaan yang sudah turun temurun, suatu kebudayaan yang tidak dapat di hilangkan yang apabila di hilangkan maka tradisi tersebut musnah pula, memang tradisi ini tidak berlandaskan al-qur'an dan hadist tapi apabila sesuatu yang sudah mendarah daging tidak di kerjakan maka yang akan terkena adalah orang-orang yang melakukan tradisi tersesbut. Mengapa harus begitu karena sesuatu yang sudah dipercayakan maka akan menjadi erat hubungannya.
Setelah itu sang ayah menguburkan ari-ari langsung di kuburkan,sebelumnya sang ayah juga di haruskan memakai pakaian rapi dan besolek agar anaknya nanti kalau sudah besar pandai merapikan diri. tak pula wadah yang di gunakan untuk ari-ari tersebut wadah yang besar agar anaknya nanti kalau sudah besar makannya lahap.
Ritual ini berbeda dengan ritual yang di lakukan oleh suku madura yang biasanya ketika usia bayi dalam kandungan 4 bulan,justru sebaliknya sang ibu di haruskan memakan makanan yang berbau kacang-kacangan dan jambu biji yang bertujuan untuk mudah mengingat suatu hafalan ynag akan di hafalkannya.
Ritual:cuci kaki sebelum melihat anak kecil
Pelaku: keluarga pak khusen
Waktu: setiap kali melihat anak kecil
Subyek: mbak kasiem,ibu khusen,dan bapak sulem
Tempat:desa wonocolo
Disini saya akan menceritakan kebudayaan yang pernah saya lihat dikeluarga ini mulai hamil sampai di lahirkan,pada usia kandungan menginjak 3 bulanan keluarga ini di haruskan memakan kacang-kacangan agar calon bayi yang akan dilahirkan bisa pintar dan cerdas tapi tidak untuk kacang panjang karena apabila kacang panjang yang akan di makan calon bayi yang akn di lahirkan menjadi bodoh dan tidak mempunyai pengetahuan,selain itu juga sang ibu di haruskan makan jambu biji karena apabila memakan jambu biji maka calon anak yang di lahirkan menjadi kuat ingatannya dan mudah untuk mengahafal sesuatu yang ingin di hafalkannya, juga tidak boleh memakan makanan yang sudah menjadi bekas makanan binatang karena juga bisa berefek kepada calon bayi yang akan di lahirkannya, seperti kelakukan yang tidak pantas di lakukannya yang semestinya tidak dilakukan seperti tingkah laku binatang.
Ketika usia kandungan menginjak 4 bulan keluarga ini di haruskan mengadakan suatu acara yang di sebut acara penyambutan roh,
Diantaranya acara yang di lakukan adalah mengundang beberapa orang dari tetangganya untuk mengadakan tahlil bersama,yang juga bertujuan untuk calon bayi yang akan dilahirkannya agar menmjadi anak yang soleh dan solehah dan selain itu agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, guru dan masyarakat juga bangsa dan negara,karena keluarga ini berasal dari keluarga yang tidak mampu jadi acara ini di buat sederhana yang mengundang beberapa orang saja.
Diantara sesajen yang di hidangkan adalah yang biasa di sebut "tajin 7 rasa"yang mesti di cicipin oleh sang ibu yang sedang mengandung karena tujuan yang membuat tajin itu sendiri adalah agar anak yang di lahirkan itu dapat membedakan yang mana yang baik dan yang benar menurutnya dan dapat terbebas dari tipu daya manusia yang yang berbuat seenak-enaknya.selain itu keluarga ini membuat kue untuk para tetangga yang bertujuan untuk agar kebahagian selalu berada di sampingnya juga selain itu juga para tetangga juga dapat merasakan kebahagian di keluarga ini.
Saya melihat ritual tersebut ketika saya baru datang dari kampus, kebetulan pada saat itu ibu kasiyem baru saja datang dari rumah sakit yaang baru saja melahirkan dan kebetulan juga saya mau langsung melihat dan ingin menyentuh bayi yang baru saja dilahirkannya itu,tiba-tiba ibu kasiyem itu berkata:
"ojo delok disek mb'!,cucien sikil disek mari ngono,delok mane"
"Jangan meliahat dulu mab'!,cuci kaki dulu habis itu lihat lagi"
Setelah saya cuci kaki sayapun bertanya kenapa bu mesti cuci kaki sayakan Cuma lihat , apalagi Cuma sebentar saja, dan ibu itu berkata:
"sampean itu baru teko,takut gowo setan nangdi-nangdi"
"Kamu itu baru datang takut membawa setan dari mana-mana"
kebudayaan yang di gunakan disini sejak dulu karena mereka menganggap suatu kebudayaan yang sangat kental dengan tradisi nenek moyangnya.
Bahkan bukan Cuma itu saja, bahkan ari-ari (tembuni) yang mereka tanam di bumi sampai anaknya berumur 4 bulan baru di lepas dan bahkan ari-ari yang di kubur itu mesti di kasih lampu, yang menurut mereka agar ari-arinya tidak gelap selain sebagai teman bayi yang sejak dalam kandungan sampai 40 harinya sang bayi tersebut jika sudah besar nanti kehidupannya tidak gelap. waktu itu saya sempat bertanya kenapa ari-ari tersebut di kasih lampu?, dan ibu itu menjawab:
"ya,engkok wes gede enggak peteng atine ambek ari-ari iku koncone bayi nang jero weteng "
"Nanti kalau sudah besar tidak gelap hatinya dan juga ari-ari tersebut termasuk teman bayi ini sejak dalam kandungan"
Kebudayaan seperti ini sudah diangggap suatu kepercayaan yang sudah turun temurun, suatu kebudayaan yang tidak dapat di hilangkan yang apabila di hilangkan maka tradisi tersebut musnah pula, memang tradisi ini tidak berlandaskan al-qur'an dan hadist tapi apabila sesuatu yang sudah mendarah daging tidak di kerjakan maka yang akan terkena adalah orang-orang yang melakukan tradisi tersesbut. Mengapa harus begitu karena sesuatu yang sudah dipercayakan maka akan menjadi erat hubungannya.
Katanya juga ketika bayi sudah di lahirkan dan tidak lama dari kelahiran tersebut sang bayi langsung diazani karena bertujuan untuk agar sang bayi langsung mendengar kalimatullah, saya tidak sempat melihat ritual tersebut cuman ketika saya bertanya ibu kasiyem juga mengatakan seperti itu.
Acara 36 harinya adalah acara pelepasan awal keluar dari rahim sang ibu yang di sebut pelepasan kesialan, diantaranya memotong kuku bayi,rambut yang dari sejak lahir,dan juga membuat nasi urap-urap yang di berikan kepada para sudah tua kehidupannya tidak penuh dengan kesialan dan kegagalan.
Acara 4 bulanannya keluarga besar ini melakukan suatu ritual yang mungkin saya tidak pernah melihatnya di kampung halaman saya. orang-oranng disini mengistilahkan "nasi tumpeng "
nasi tumpeng :
Nasi tumpeng adalah nasi yang biasa di gunakan dalam acara 4 bulanan ,nasi yang di buat bertujuan apabila sudah dewasa nanti dapat mendapatkan rejeki yang di ridho'inya.
Nasi bubur :
Kebudayaan seperti ini sudah diangggap suatu kepercayaan yang sudah turun temurun, suatu kebudayaan yang tidak dapat di hilangkan yang apabila di hilangkan maka tradisi tersebut musnah pula, memang tradisi ini tidak berlandaskan al-qur'an dan hadist tapi apabila sesuatu yang sudah mendarah daging tidak di kerjakan maka yang akan terkena adalah orang-orang yang melakukan tradisi tersesbut. Mengapa harus begitu karena sesuatu yang sudah dipercayakan maka akan menjadi erat hubungannya.
Acara 7 bulanan juga dilakukan oleh keluarga ini yang di sebut "modon lemah" yang apabila di bahas indonesiakan artinya adalah "turun tanah" sebelum ritual itu di laksanakan sang bayi di mandikan dulu,sdsudah di, mandikan sang bayi dipakaikan baju dulu sementara sang keluarga menyiapkan benda-benda yang di gunakan untuk ritual modon lemah, benda-benda itu termasuk uang seribu,pensil, tasbih,suri(sisir),koco. Setelah peralatan sudah di persiapkan langsung di taruh di lengser,sementara bayi dipakaikan baju sesajen tadi taruh di tanah dan ketika bayi itu datang maka sang bayi di haruskan berada tepat di depan sesajan tersebut,dan para tetangga di panggil untuk berkumpul dan berdoa sebelum ritual tersebut dimulai.habis itu maka sang bayi di suruh ngambil sesajen yang ada di depan tersebut,jika sang bayi mengambil salah satu sesajen yang ada di depannya maka akan menandakan sesuatu yang terkandung di dalamnya,seperti jika mengambil uang maka kehidupannya akan di penuhi oleh rijeki, dan seterusnya.
Ritual ini berbeda dengan ritual yang di lakukan oleh suku madura yang biasanya ketika usia bayi dalam kandungan 4 bulan,justru sebaliknya sang ibu di haruskan memakan makanan yang berbau kacang-kacangan dan jambu biji yang bertujuan untuk mudah mengingat suatu hafalan yang akan di hafalkannya dan di percayai calon bayi yang akan di lahirkan cerdas dan pintar.
Ketika usia kandungan juga menginjak 7 bulan juga melakukan ritual yang berbeda dengan sebelumnya,yaitu ritual siraman tujuh bulanan yang hanya berlaku pada kehamilan yang pertama kalinya dan tidak untuk tidak seterusnya,sesajen yang di gunakan adalah seekor ayam hidup yang di pegang sang ibu yang sedang hamil,dan mengundang para ibu-ibu dan temen-teman yang ingin menyiram sang ibu yang sedang hamil tersebut, orang-orang yang menyiram tersebut di haruskan memberikan uang yang bertujuan untuk kelancaran rejeki dan memukul kepala sang ibu yang bertujuan untuk agar bentuk kepala sang bayi bagus, uang dan ayam tersebut yang di pegang oleh sang ibu tidak di perbolehkan di ambil sang ibu.
Sedangkan ritual yang harus di lakukan sang suami pada waktu selesai siraman sang di haruskan memotong dan membelah dua kelapa tersebut jika kelapa itu terpotong pas di tengah-tengah,dipercayai akan melahirkan calon bayi laki-laki, sedangkan apaabila potongan tersebut tidak pas di tengah-tengahnya itu di percayai sang bayi yang akan di lahirkannyan perempuan.sedangkan sang ibu harus memecahkan telur ayam tadi dengan kakinya yang menandakan bahwa sang bayi akan keluar pada waktunya.
Sedangkan bagi sang suami yang membelah kelapa itu tidak harus satu kali,karena jika sang suami menikah lagi dengan wanita yang belum pernah hamil ataupun menikah maka sang suami di haruskaqn melakukan ritual tersebut. berbeda dengan sang istri yang selama hidupnya cukup sekali.
Juga ada persamaan dan perbedaan yang sangat tipis yaitu ketika bayi yang sudah di lahirkan langsung di adzani agar langsung mendengar kalimatullah,sebelum di laksanakannya pengadzanan itu sang ayah di haruskan merapikan diri agar anaknya nanti kalau sudah besar pintar bersih-bersih.
Setelah itu sang ayah menguburkan ari-ari langsung di kuburkan, sebelumnya sang ayah juga di haruskan memakai pakaian rapi dan bersolek agar anaknya nanti kalau sudah besar pandai merapikan diri. tak pula wadah yang di gunakan untuk ari-ari tersebut wadah yang besar agar anaknya nanti kalau sudah besar makannya lahap selain itu juga sehat.
Setelah sampai pada sore hari di haruskan sang ayah membakar kemeyan, agar setan-setan tidak menggangu anak kecil tersebut, ketika bayi tersebut di ganggu maka bayi tersebut akan menangis terus menerus, sebelum itu disebelah bayi tersebut di kasih sesajen diantaranya, paku, cabe rawit yang kering, bawang putih dan bawang merah, dan bulu burung elang dan tak lupa pula sabit yang di tulis lafadz allah. Bawang tadi di tusuk dengan paku yang bertujuan untuk penangkal dari hantu kuntilanak, sedangkan bulu yang di gunakan sebagai tusuk konde oleh sang ibu bertujuan untuk pengangkal ibu sendiri agar air susu ibu tersebut tidak di hisap oleh hantu kuntilanak.dan sabit tersebut bagian dari penangkal tersebut.
Setelah sampai pada hari yang 3 ari-ari yang di kubur tadi di haruskan di beri obor, karena apabila tidak di kasih obor maka bayi tersebut tidak merasa hangat karena tujuan dari memberi obor tersebut adalah agar bayi tersebut merasa hangat,bahkan setiap hari sesudah hari ke-3, juga tidak lupa membakar kemenyan setiap kali menjelang malam di setiap sudut rumah harus di beri bakaran kemenyan di ke-7 sudut tersebut, yang bertujuan untuk tidak ada sela-sela hantu kuntilanak dapat mengambil bayi tersebut karena dialkisahkan pengambilan bayi tersebut lantaran sewaktu masih hidup dulu hantu kuntilanak itu kehilangan sang bayinya karena di ambil oleh sang suaminya.
Setelah di pojok - pojok tersebut sudah diberi kemenyan sekarang giliran yang di dapur membakar kulit bawang merah,cabe kering dan tidak lupa pula garam karena juga bertujuan untuk mengusir para hantu kuntilanak menggangngu peristirahatan sang bayi.Hal ini harus dilakukan dari semenjak lahir hingga sampai usia bayi menginjak 40hari.
Dan ketika sampai pada hari yang menjadi hari lahirnya sang bayi yang biasa di sebut hari kelahiran maka kebudayaan yang mereka pakai adalah memotong kuku bayi dan rambut sang bayi yang bertujuan untuk menghilangtkian kesialan karena mereka menganggap rambut dan kuku yang ada yang melekat di badannya tersebut masih asli dari kandungan.
Jika sang bayi mau di bawa keluar yang sekira masih berumur 40 hari maka sang bayi diharuskan memakai arang yang ada di obor dan di letakkan di dahi,di telapak kaki dan tak lupa pula di pergelangan tangan karena takut apabila dalam perjalanan nanti diikuti hantu yang bisa menggangu bayi tersebut.
Sebelum itu juga sang ibu tidak di perbolehkan keluar malam karena takut hujan panas juga bisa berefek pada bayi,dan air susu ibu itu tidak bisa di9 minum oleh sang bayi karena terkena angin malam yang juga bisa mengganggu kesehatan sang bayi dan selain itu juga dapat mematikan sang bayi.
Dan juga berbeda dengan adat melayu yang apabila keluar melalui sungai harus membuang uang yang bertujuan untuk Kebudayaan seperti ini sudah diangggap suatu kepercayaan yang sudah turun temurun, suatu kebudayaan yang tidak dapat di hilangkan yang apabila di hilangkan maka tradisi tersebut musnah pula, memang tradisi ini tidak berlandaskan al-qur'an dan hadist tapi apabila sesuatu yang sudah mendarah daging tidak di kerjakan maka yang akan terkena adalah orang-orang yang melakukan tradisi tersesbut. Mengapa harus begitu karena sesuatu yang sudah dipercayakan maka akan menjadi erat hubungannya.
Setelah itu sang ayah menguburkan ari-ari langsung di kuburkan,sebelumnya sang ayah juga di haruskan memakai pakaian rapi dan besolek agar anaknya nanti kalau sudah besar pandai merapikan diri. tak pula wadah yang di gunakan untuk ari-ari tersebut wadah yang besar agar anaknya nanti kalau sudah besar makannya lahap.
Ritual ini berbeda dengan ritual yang di lakukan oleh suku madura yang biasanya ketika usia bayi dalam kandungan 4 bulan,justru sebaliknya sang ibu di haruskan memakan makanan yang berbau kacang-kacangan dan jambu biji yang bertujuan untuk mudah mengingat suatu hafalan ynag akan di hafalkannya.
ILMU BUDAYA DASAR TENTANG KEBUDAYAAN
KATA PENGANTAR
Memberi kata sambutan bukan sekedar basa-basi apalagi untuk memberi nilai tambah atas isi tulisan. Dalam budaya pancasila dan tentang budaya pancasila, jangan hendaknya sekedar ucapan, tetapi harus berakar sebagai perwujudan iman. Dan akibatnya laksanakan segala sesuatu berdasarkan iman di sirami roh ke-tuhanan YME.untuk menyambut hasil karya ini diawali dengan niat "Lillahi Robbil Alamin" dan diawali pula dengan syukur "Alhamdulillah Robbil Alamin". Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, utusan dan manusia pilihan-Nya, dialah penyampai, pengamal dan penafsir pertama al-Qur'an.
Dengan pertolongan dan hidayahnya-lah, makalah TENTANG KEBUDAYAAN ini dapat diselesaikan dan disusun berdasarkan tugas perkuliyahan, dengan harapan dapat bermanfaat bagi semua komponen Institut, khususnya dan bagi berlangsungnya perkuliahan di IAIN Sunan ampel Surabaya, sebagai bahan kuliyah dan bahan diskusi pada tatap muka perkuliyahan. Tentu saja kehadiran makalah ini sama sekali tidak dimaksudkan membelenggu minat mahasiswa untuk membaca refrensi lainnya.
Ucapan terma kasih kepada segenap pihakyang telah membantu penyusunan ini. Dan penghargaan pula kami persembahkan kepada teman-teman yang selalu memberikan, dorongan dan motifasi kepada kami. Penulis berharap agar para pembaca dapat memberi kritik dan saran yang positif untuk kesempurnaan makalah ini.
Merupakan suatu harapan pula, semoga makalah ini tercatat sebagai amal sholeh dan menjadi motifator bagi penulis untuk menyusun makalah lain yang lebih baik dan bermanfaat.Amin.
Penulis
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
a. latar belakang masalah......................................................................................
b. tujuan penulisan................................................................................................
c. manfaat penulisan..............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A cinta kasih........................................................................................................
B keindahan........................................................................................................
C penderitaan......................................................................................................
D harapan............................................................................................................
BAB III PENUTUP
A kesimpulan…………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddhayah, dan merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal),diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia dalam bahasa Inggris, kebudayaan di sebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani .kata culture kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang di buat atau di ciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya.diantara kebudayaan tersebut dapat di peroleh dari lingkungan hidup.
B. Rumusan Masalah
1. Cinta Kasih
2. Keindahan
3. Penderitaan
4. Harapan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa,yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab.
Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasih dan pengabdian.cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian,keseimbangan,dan kedamaian antara sesama manusia,dengan lingkungan antara manusia dengan tuhan.
Apabila dirumuskan secara sederhana, pembahasan kalimat diatas, dapat diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, dan kebahagiaan. Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan yang akan terwujud dalah lahiriah, apabila cinta tersebut diridai alloh.
Macam cinta kasih;
Cinta kasih dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu;
1. Cinta kasih antara orang tua pada anak nya.Disini dapat dilihat dari bagai mana Si orang tua memperhatikannya dan bagai mana mereka mendidiknya. Dengan tujuan Si anak menjadi orang yang sukses dan berguna, sekalipun cara mendidiknya bersifat mendokrin, meski halitu jika sadari dari sifat mendokrinnya itu memiliki nilai positif dan nigatif yang seimbang.
2 .cinta kasih antara pria dan wanita.
Seorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik , lemah lembut, sopan ,berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu, walaw bagai manapun hal ini tidak bisa dikatakan bagi setiap orang, karna tidak semua orang laki-laki akan melakukan hal itu pada wanita yang ia sukai, hal itu disebabkak oleh latar belakang keperibadiannya, walaupun hal ini jarang terjadi.
3. cinta kasih antara sesama manusia
contoh ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari persahabatan, ber masyarakat dan berteman.
4 . cinta kasih antar manusia dan tuhan Hal ini dapat dilihat apabila seseorangitu taat beribadah menuruti dan menjauhi perintah dan larangan tuhannya tidak pada saat dia butuh pada petolongan tuhannya saja.
5. cinta kasih manusia terhadap lingkunganny.
Hal ini dapat dilihat mulai darimana kita menjaga dan merawat lingkungan kita, contohnya tidak menebang hutan sembarangan, dan tidak berburu hewan dengan semena-mena. Hal ini juga bisa kita tunjukkan dengan bagai mana kita menghijaukan lingkungan hidup sehari-hari, dengan menanam bunga dilingkungan rumah.
B. Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah , artinya bagus cantik molek dansebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran , keindahan adalah kebenaran , kebenaran adalah keindahan, keduanya memmiliki nilai yang sama, yaitu abadi dan selalu memiliki nilai yang lebih.
keindahan atau 'beauty' adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang .Dalam kamus besar bahasa Indonesia keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang. Berbagai definisi dan arti tentang keindahan amatlah banyak, oleh karna itu saat ini dapat ditemui berbagai pengertian tentang keindahan yang satu sama lainnya berbeda, meskipun keindahan itu secara akademis sudah dikaji amanusia, sejak abad ke delapan belas.
Yang indah adalah yang paling banyak memberi kesenangan, yang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangka keindahan itu ramah dan baik dan akan selalu bermakna berbeda maknanya tergantung siapa dan bagai mana orangitu mengalaminya sendiri. Manusia pada kodratnya akan selalu mencintai keindahan,sekalipun manusia itu menyukai keindahan tapi tidak mencintainya, hal ini (menyukai keindahan tapi tidak mencintai), dapat di bedakan pada saat kita menyukai sesuatu yang umum dan sesuatu yang sifatnya peribadi
C. Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sangsekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin, keduanya termasuk penderitaan.
Penderitaan ibaratkan robeknya kulit yang menutupi kesadaranmu, meskipun terkadang penderitaan adalah pilihan mu sendiri, yang kita pilih tanpa kita kehendaki dan tidak kita sadari.
Tujuan manusia yang populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah peristiwa yang selalu dihindari manusia,meskipun terkadang penderitaan itu terkadang sifatnya ada yang lama dan ada yang sebentar.Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya adalah penderitaan fisik seperti bencana alam,penyakit, dan kematian, penderitaan karna alasan moral,seperti kekecewaan dalam hidup, karna kebencian oranglain dan sebagainya. Semua ini menyangkut menyangkut kehidupan duniawi takmungkin disingkirkan dari kehidupan manusia.diantaranya;
Dalam riwayat nabi muhammad SAW pun diceritakan bahwa beliaw dilahirkan sebagai yatim kemudian yatim piatu.Dalam riwayat hidup budha gautama yang dipahatkan dalam bentuk relief pada dinding candi borobudur kita juga melihat adanya penderitaan,meskipun brupa relif. Jika saja kita sadari (rasakan), kita takkan pernah merasakan kebahagiaan sebelum kita melewati dan merasakan seperti apa itu penderitaan, setelah kita melewati
D. Harapan
Harapan berasal dari kata Harap. Artinya keinginan terjadi sesuatu. yang mempunyai harapan atau keinginan adalah hati. Putus harapan berarti putuspula hati manusia.Harapan untuk memperroleh perwujudan dan cita-cita ,,self actualization,,
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud, meskipun harapan itu belum tentu terwujud, setiap orang mempunyai harapan. Menurut kodratnya, dalam diri manusia ada dorongan , yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup, harapan akan tetap ada selagi manusia itu masih bisa memikirkan masa depannya, mungkin atau bahkan kebanyakan apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan padahal kita sudah melakukan dan berbuat sesuatu yang terbaik agar apa yang kita harapkan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan.Dari fenomina itu seseorang akan mengecap dan menganggap tuhan itu tidak adil, padahal tanpa kita sadari Tuhan itu tidak akan memberikan apa yang kita harapkan kecuwali kita membutuhkannya (tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita harapkan).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan ini dapat kami simpulaksn sebagai berikut:
1. Cinta Kasih
Cinta kasih merupakan kebutuhan sehari-sehari yang menjadi kebutuhan yang bersifat peribadi,oleh sebabitu orang akan tetap terus akan mencitai dan menasihi,karna hal itu sudah menjadi kodrat alam yang alami, dan diantara keduanya sudah memiliki hubungan timbal balik yang alami juga.
2. Keindahan
Sesungguhnya keindahan menjadi kebutuhan peribadi bagi masarakat pada umumnya, karna pada umumnya orang sangatlah mencintai keindahan, karna sebab itu manusia akan melakukan apa saja tuk memperoleh keindahan itu. Meskipun tidak semua orang menyukai keindahan tapi tidak mencitainya. Contohya hal ini dapat kita lihat dari seseorang yang mencintai lawan jenisnya tapi belum tentu ia mencintainya.
3. Penderitaan
penderitaan takkan bisa dihapuskan selagi kebahagian masih ada, dan semua orang pasti akan merasakan hal itu,sesungguhnya penderitaan dan harapan memiliki hubungan yang erat karna diantara keduanya memiliki hubungan timbal balik. Jika saja kita sadari kita takkan merasakan kebahagian sebelum kita merasakan penderitaan.
4. Harapan
Harapan akan tetap ada selagi penderitaan. masih ada, sekalipun seseorang itu merasa tak ada harapan lagi, mungkin setiap orang akan berfikir dan akan merasakan "kenapasih apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan"pertanyaan ini akan tetap ada dalam fikiran manusia saat apa yang mereka harakan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, sesungguhnya jika kita sadari "Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tapi dia akan memberikan apa yang kamu butuhkan".
Memberi kata sambutan bukan sekedar basa-basi apalagi untuk memberi nilai tambah atas isi tulisan. Dalam budaya pancasila dan tentang budaya pancasila, jangan hendaknya sekedar ucapan, tetapi harus berakar sebagai perwujudan iman. Dan akibatnya laksanakan segala sesuatu berdasarkan iman di sirami roh ke-tuhanan YME.untuk menyambut hasil karya ini diawali dengan niat "Lillahi Robbil Alamin" dan diawali pula dengan syukur "Alhamdulillah Robbil Alamin". Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, utusan dan manusia pilihan-Nya, dialah penyampai, pengamal dan penafsir pertama al-Qur'an.
Dengan pertolongan dan hidayahnya-lah, makalah TENTANG KEBUDAYAAN ini dapat diselesaikan dan disusun berdasarkan tugas perkuliyahan, dengan harapan dapat bermanfaat bagi semua komponen Institut, khususnya dan bagi berlangsungnya perkuliahan di IAIN Sunan ampel Surabaya, sebagai bahan kuliyah dan bahan diskusi pada tatap muka perkuliyahan. Tentu saja kehadiran makalah ini sama sekali tidak dimaksudkan membelenggu minat mahasiswa untuk membaca refrensi lainnya.
Ucapan terma kasih kepada segenap pihakyang telah membantu penyusunan ini. Dan penghargaan pula kami persembahkan kepada teman-teman yang selalu memberikan, dorongan dan motifasi kepada kami. Penulis berharap agar para pembaca dapat memberi kritik dan saran yang positif untuk kesempurnaan makalah ini.
Merupakan suatu harapan pula, semoga makalah ini tercatat sebagai amal sholeh dan menjadi motifator bagi penulis untuk menyusun makalah lain yang lebih baik dan bermanfaat.Amin.
Penulis
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
a. latar belakang masalah......................................................................................
b. tujuan penulisan................................................................................................
c. manfaat penulisan..............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A cinta kasih........................................................................................................
B keindahan........................................................................................................
C penderitaan......................................................................................................
D harapan............................................................................................................
BAB III PENUTUP
A kesimpulan…………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddhayah, dan merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal),diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia dalam bahasa Inggris, kebudayaan di sebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani .kata culture kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang di buat atau di ciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya.diantara kebudayaan tersebut dapat di peroleh dari lingkungan hidup.
B. Rumusan Masalah
1. Cinta Kasih
2. Keindahan
3. Penderitaan
4. Harapan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa,yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab.
Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasih dan pengabdian.cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian,keseimbangan,dan kedamaian antara sesama manusia,dengan lingkungan antara manusia dengan tuhan.
Apabila dirumuskan secara sederhana, pembahasan kalimat diatas, dapat diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, dan kebahagiaan. Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan yang akan terwujud dalah lahiriah, apabila cinta tersebut diridai alloh.
Macam cinta kasih;
Cinta kasih dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu;
1. Cinta kasih antara orang tua pada anak nya.Disini dapat dilihat dari bagai mana Si orang tua memperhatikannya dan bagai mana mereka mendidiknya. Dengan tujuan Si anak menjadi orang yang sukses dan berguna, sekalipun cara mendidiknya bersifat mendokrin, meski halitu jika sadari dari sifat mendokrinnya itu memiliki nilai positif dan nigatif yang seimbang.
2 .cinta kasih antara pria dan wanita.
Seorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik , lemah lembut, sopan ,berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu, walaw bagai manapun hal ini tidak bisa dikatakan bagi setiap orang, karna tidak semua orang laki-laki akan melakukan hal itu pada wanita yang ia sukai, hal itu disebabkak oleh latar belakang keperibadiannya, walaupun hal ini jarang terjadi.
3. cinta kasih antara sesama manusia
contoh ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari persahabatan, ber masyarakat dan berteman.
4 . cinta kasih antar manusia dan tuhan Hal ini dapat dilihat apabila seseorangitu taat beribadah menuruti dan menjauhi perintah dan larangan tuhannya tidak pada saat dia butuh pada petolongan tuhannya saja.
5. cinta kasih manusia terhadap lingkunganny.
Hal ini dapat dilihat mulai darimana kita menjaga dan merawat lingkungan kita, contohnya tidak menebang hutan sembarangan, dan tidak berburu hewan dengan semena-mena. Hal ini juga bisa kita tunjukkan dengan bagai mana kita menghijaukan lingkungan hidup sehari-hari, dengan menanam bunga dilingkungan rumah.
B. Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah , artinya bagus cantik molek dansebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran , keindahan adalah kebenaran , kebenaran adalah keindahan, keduanya memmiliki nilai yang sama, yaitu abadi dan selalu memiliki nilai yang lebih.
keindahan atau 'beauty' adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang .Dalam kamus besar bahasa Indonesia keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang. Berbagai definisi dan arti tentang keindahan amatlah banyak, oleh karna itu saat ini dapat ditemui berbagai pengertian tentang keindahan yang satu sama lainnya berbeda, meskipun keindahan itu secara akademis sudah dikaji amanusia, sejak abad ke delapan belas.
Yang indah adalah yang paling banyak memberi kesenangan, yang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangka keindahan itu ramah dan baik dan akan selalu bermakna berbeda maknanya tergantung siapa dan bagai mana orangitu mengalaminya sendiri. Manusia pada kodratnya akan selalu mencintai keindahan,sekalipun manusia itu menyukai keindahan tapi tidak mencintainya, hal ini (menyukai keindahan tapi tidak mencintai), dapat di bedakan pada saat kita menyukai sesuatu yang umum dan sesuatu yang sifatnya peribadi
C. Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sangsekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin, keduanya termasuk penderitaan.
Penderitaan ibaratkan robeknya kulit yang menutupi kesadaranmu, meskipun terkadang penderitaan adalah pilihan mu sendiri, yang kita pilih tanpa kita kehendaki dan tidak kita sadari.
Tujuan manusia yang populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah peristiwa yang selalu dihindari manusia,meskipun terkadang penderitaan itu terkadang sifatnya ada yang lama dan ada yang sebentar.Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya adalah penderitaan fisik seperti bencana alam,penyakit, dan kematian, penderitaan karna alasan moral,seperti kekecewaan dalam hidup, karna kebencian oranglain dan sebagainya. Semua ini menyangkut menyangkut kehidupan duniawi takmungkin disingkirkan dari kehidupan manusia.diantaranya;
Dalam riwayat nabi muhammad SAW pun diceritakan bahwa beliaw dilahirkan sebagai yatim kemudian yatim piatu.Dalam riwayat hidup budha gautama yang dipahatkan dalam bentuk relief pada dinding candi borobudur kita juga melihat adanya penderitaan,meskipun brupa relif. Jika saja kita sadari (rasakan), kita takkan pernah merasakan kebahagiaan sebelum kita melewati dan merasakan seperti apa itu penderitaan, setelah kita melewati
D. Harapan
Harapan berasal dari kata Harap. Artinya keinginan terjadi sesuatu. yang mempunyai harapan atau keinginan adalah hati. Putus harapan berarti putuspula hati manusia.Harapan untuk memperroleh perwujudan dan cita-cita ,,self actualization,,
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud, meskipun harapan itu belum tentu terwujud, setiap orang mempunyai harapan. Menurut kodratnya, dalam diri manusia ada dorongan , yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup, harapan akan tetap ada selagi manusia itu masih bisa memikirkan masa depannya, mungkin atau bahkan kebanyakan apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan padahal kita sudah melakukan dan berbuat sesuatu yang terbaik agar apa yang kita harapkan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan.Dari fenomina itu seseorang akan mengecap dan menganggap tuhan itu tidak adil, padahal tanpa kita sadari Tuhan itu tidak akan memberikan apa yang kita harapkan kecuwali kita membutuhkannya (tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita harapkan).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan ini dapat kami simpulaksn sebagai berikut:
1. Cinta Kasih
Cinta kasih merupakan kebutuhan sehari-sehari yang menjadi kebutuhan yang bersifat peribadi,oleh sebabitu orang akan tetap terus akan mencitai dan menasihi,karna hal itu sudah menjadi kodrat alam yang alami, dan diantara keduanya sudah memiliki hubungan timbal balik yang alami juga.
2. Keindahan
Sesungguhnya keindahan menjadi kebutuhan peribadi bagi masarakat pada umumnya, karna pada umumnya orang sangatlah mencintai keindahan, karna sebab itu manusia akan melakukan apa saja tuk memperoleh keindahan itu. Meskipun tidak semua orang menyukai keindahan tapi tidak mencitainya. Contohya hal ini dapat kita lihat dari seseorang yang mencintai lawan jenisnya tapi belum tentu ia mencintainya.
3. Penderitaan
penderitaan takkan bisa dihapuskan selagi kebahagian masih ada, dan semua orang pasti akan merasakan hal itu,sesungguhnya penderitaan dan harapan memiliki hubungan yang erat karna diantara keduanya memiliki hubungan timbal balik. Jika saja kita sadari kita takkan merasakan kebahagian sebelum kita merasakan penderitaan.
4. Harapan
Harapan akan tetap ada selagi penderitaan. masih ada, sekalipun seseorang itu merasa tak ada harapan lagi, mungkin setiap orang akan berfikir dan akan merasakan "kenapasih apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan"pertanyaan ini akan tetap ada dalam fikiran manusia saat apa yang mereka harakan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, sesungguhnya jika kita sadari "Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tapi dia akan memberikan apa yang kamu butuhkan".
perspektif manusia
PERSPEKTIF MANUSIA
Menurut Aristoteles:
Manusia terdiri dari materi dan roh.Manusia merupakan makhluk hylomorfis, yang mempunyai dua bagian yang hakiki,daan dua prinsip yang menyusunnya:
- orang material yang terorganisir dan
- hidup rasional yang menggerakkannya.
Bagian kedua ini dinamakan psyche, dan yang menyebabkan rag hidup dan berbuat sebagai manusia.
segi-segi bentuk.
Psyce merupakan susunan yang formal dan merupakan suatu kebulatan bersusun yang terdiri daari berbagai bagian bentuk, ada bentuk kenyataan fisik, ada bentuk hidup, yang menghasilkan oragan-organ tertentu dan mendasari kemampuan-kemampuan pencernaan,pertumbuhan dan pembiakan.
Hakikat animal mendasari kemampuan –kemampuan peangindraan dan gerakan.dan akhirnya bentuk rasionalitas mendasari kemampuan-kemampuan akaldan kehendak.
Oleh karena itu manusia dapat didefinisikan sebagai hewan yang rsasional.tetapi janganlah dianggap seolah-olah menusia sekedar merupakan deretan yang terdiri dari akal dan kodrat hewani. Melainkan terhadap kedua hal tersebut manusia sesungguhnya seperti halnya air terhaadap hidrogen dan oksigen,artinya,sesuatu yang baru yang timbul dari kombinasi diantara kedau hal tersebut.
Manusia yakni materi dan betuk yang mencakup empat macam: bentuk fisik ,bentuk vital,bentuk animal,dan bentuk rasional.bi9la kita mengakui keadaan tujuan tingkah laku pasti di tentukan oleh hakikat manusia,maka kita dapat membayangkan betapa pentingnya masalah ini.
Sekarang apakah masalah kebebasan bersangkutan dengan hakikat kita sendirisecara umum ataukah bersangkutan dengan perbuatan-perbuatan yang berjenis khusus? Kebebasan hanya terdapat dalm hubungannya dengan suatu perbuatan yang konkrit, yang khusus, yang terjadi pada suatu saat dan tempat tertentu.
Kebebaasan kehendak yang sejati terletak pada kemampuam kita mengadakan pilihan diantara sarana-sarana yang tidak harus ada, dan mengadakan pilihan untuk melakukan suatu perbuatan yang berjenis khusus.
Bebas menyangkut pengetahiuan tengtang tujuan atau sarana dan kemampuan untuk mengadakan pilihan diantara sarana-saran yang tidak harus ada,dan bahkan untuk merencanakan sarqana-sarana yang tidak harus ada yang dapat dipilih.
sesungguhnya kebebasan merupakan pilihan diantara sarana-sarana yng menuju kesempurnaan.
Kebebasan itu aada di dalam suatu suasana yang didalamnya paksaan tersebut merupakan hasil pertimbangan rasional.dengan demikian kita dipaksa oleh diri sendiri dan bukannya dari sesuatu yang tidak dari diri sendiri.
Penentuan diri sendiri (kebebasan) menghendaki adanya syarat-syarat yang harus ada dan mencukupi kebutuhan (sebab-sebab).
Kebebasan semacam itu tidak memungkinkan seseorang untuk memikirkan kebebasan semata-mata sebagai kecendrungan mengubah sikap secara tiba-tiba.
Review Teori Antropologi STRUKTURAL LEVISTRAUSS
Review Teori Antropologi STRUKTURAL LEVISTRAUSS
Sejarah Hidup Levi-Straus
Hal yang paling penting dan sangat berpengaruh terhadap loyalitasnya di bidang antropologi adalah ketika ia membaca buku Primitive Society yang ditulis oleh Robert Lowie. Buku itu cukup mengesankan bagi Levi-Strauss dan mendorongnya untuk mengadakan beberapa studi mengenai masyarakat primitif. Bahkan ia menjadi bosan mengajar di Mont de-Marsan lycee dan berkeinginan untuk mengadakan perjalanan keliling dunia.
Apa yang diharapkan oleh Levi-Strauss ini akhirnya terkabulkan setelah ia berkesempatan menjadi pengajar di Universtias Sao Paulo, Brazil. Di universitas ini ia memiliki sempatan untuk keliling ke daerah-daerah pedalaman Brazil, serta mengunjungi berbagai suku Indian yang selama itu boleh dikatakan belum terjamah oleh peradaban Barat. Dari ekpedisi yang di dukung oleh Musee de 1’Hummed dan musium di kota Sao Paulo ini memberi kesempatan kepadanya untuk mempelajari orang-orang IndianCaduveo dan Bororo.
Pengalaman perjalanannya menjelajah daerah-daerah terpencil itu ditulisnya dalam sebuah buku yang berjudul Tristes Tropique. Buku ini bercerita tentang penderitaan orang-orang Indian di belantara Amazone. Berawal dari buku inilah yang menjadikan Levi-Strauss terkenal sampai kenegara asalnya yakni Prancis. Ia bahkan telah menghasilkan suatu karya yang sangat penting di bidang antropologi yang sesungguhnya sangat jauh dari studi formal yang dimilikinya.
Karir Levi-Strauss sempat mengalami halangan saat ia diberi kewajiban militer. Ia ditugaskan dibagian pos telekomunikasi di bidang sensor telegram. Sampai akhirnya ia diangkat menjadi liaison officer, yaitu petugas penghubung. Namun dalam situasi yang seperti itu tetap tidak menghalangi dirinya untuk menjadikannya seorang professor. Ia pun akhirnya dibebaskan dari kewajiban militer setelah menjadi seorang professor. Halangan tidak hanya sempai disitu, ia juga mengalami diskriminasi ras. Ia dipecat dari jabatannya karena ia adalah seorang Yahudi. Akhirnya Levi-Strauss diselamat oleh program Yayasan Rockefeller yang memiliki program menyelamatkan ilmuwan dan pemikir-pemikir Eropa berdarah Yahudi di Amerika Serikat. Dari program ini Levi-Strauss berhasil datang ke New York dan selamat dari pembantaian tentara Nazi yang anti terhadap orang-orang Yahudi.
Di daerah Greenwich Village Levi-Strauss tinggal. Di kota New York inilah Levi-Strauss semakin banyak memiliki peluang mengembangkan keilmuannya. Ia banyak berkomunikasi dengan para ilmuan buangan dari Prancis, seperti Maz Ernst, Franz Boas, Ruth Benedict, A.L. Kroever dan Ralph Linton. Ia pun berkesempatan mengajar mata kuliah etnologi di New York Ecole Libre des Hautes Etudes, yang didirikan oleh para intelektual pelarian dari Prancis.
Kita sangat menghargai perjuangan Levi-Strauss dalam menemukan teori (konsep) strukturalisme ini. dengan ketekunan, kesabaran, dan ketelitian yang luar biasa Levi-Strausss mampu melahirkan karya yang sangat bermanfaat. Berkat jasanya, ribuan bahkan jutaan mitos kini memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan kita. Mitos-mitos itu sebelumnya tak seorang pun yang memperhatikan, bahkan masih sangat sedikit orang yang mendokumentasikan mitos-mitos tersebut.
Selama hidupnya Levi-Strauss pernah menduki jabatan-jabatan setrategis terutama di bidang pendidikan. Pada tahun 1935 sampai 1939 ia diangkat sebagai seorang Professor di Universitas Sao Paolo yang kemudian melakukan beberapa ekspedisi ke Brazil. Pada tahun 1942 sampai 1945 ia diangkat sebagai professor di New School for Social Reseach. Pada tahun 1959 ia menjadi direktu The Ecole Practique des Hautes Etude, yang bersamaan pula dengan kedudukannya sebagai pimpinan Sicial Antropology pada College de France.
Selama hidupnya Levi-Strauss pernah menduki jabatan-jabatan setrategis terutama di bidang pendidikan. Pada tahun 1935 sampai 1939 ia diangkat sebagai seorang Professor di Universitas Sao Paolo yang kemudian melakukan beberapa ekspedisi ke Brazil. Pada tahun 1942 sampai 1945 ia diangkat sebagai professor di New School for Social Reseach. Pada tahun 1959 ia menjadi direktu The Ecole Practique des Hautes Etude, yang bersamaan pula dengan kedudukannya sebagai pimpinan Sicial Antropology pada College de France.
Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya diantaranya; the wenner-Gren Foundation’s Viking Fund Medal dan Erasmus Prize pada tahun 1975. Ia juga dianugrahi empat gelar kehormatan oleh Oxford, Yale, Harvard dan Columbia university.
Konsep Strukturalisme Levi-Strauss
Cakupan ilmu sosial sangat luas. Hal ini disebabkan banyaknya persoalan yang timbul dalam aktivitas manusia baik secara individu maupun dalam kaitannya dengan masyarakat. Oleh karena begitu kompleknya persolan itu, sangat tidak mungkin bisa memahami fenomena sosial tampa mengaitkan dengan fenomena-fenomena lain. Inilah yang menjadikan salah satu alasan kenapa dalam ilmu sosial kita harus meniru metode ilmu-ilmu di luar ilmu sosial; seperti ilmu eksata dan pengetahuan alam. Dari rangkaian persoalan manusia itu terdapat beberapa kesamaan yang bisa dijadikan model dalam sebuah penelitian.
Pendapat Allen ini menunjukan adanya struktur dalam setiap persoalan. Adanya struktur ini memungkinkan juga adanya persamaan-persamaan. Oleh karena itu pula pemahaman dasar dari teori strukturalisme adalah mengacu pada model penelitian linguistik. Langkah ini dilakukan karena dalam strukturalisme dipahami bahwa setiap benda yang berbentuk pasti memiliki struktur.
Strukturalisme Levi-Strauss juga bertolak dari konsep oposisi biner. Konsep ini dianggap sama dengan organisasi pemikiran manusia dan juga kebudyaannya. Seperti kata-kata hitam dan putih. Hitam sering dikaitkan dengan kegelapan, keburukan, kejahatan, sedangkan putih dihubungkan dengan kesucian, kebersihan, ketulusan dan lain-lain. Contoh lain adalah kata rasional dan emosional. Rasional dianggap lebih istimewa dan diasosiasikan dengan laki-laki. Sementara emosional dianggap inferior yang diasosiasikan dengan perempuan.
Semua konsep mengenai struktur bahasa tersebut di atas, dikaitkan dengan persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupan sosial. Untuk membuktikan adanya keterkaitan atau beberapa kesamaan antara bahasa dan budaya, Levi-Strauss mengembangkan teorinya dalam analisis mitos. Levi-Strauss sangat tertarik pada logika mitologi. Itu sebabnya ia mulai dengan mitos, menggabungkan fungsi-fungsi hanya secara vertikal, dan mencoba menerangkan paradigmatik mereka yang tumpah-tindih dengan varian-varian mitos. Model strukturalnya tidak linier.
Semua konsep mengenai struktur bahasa tersebut di atas, dikaitkan dengan persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupan sosial. Untuk membuktikan adanya keterkaitan atau beberapa kesamaan antara bahasa dan budaya, Levi-Strauss mengembangkan teorinya dalam analisis mitos. Levi-Strauss sangat tertarik pada logika mitologi. Itu sebabnya ia mulai dengan mitos, menggabungkan fungsi-fungsi hanya secara vertikal, dan mencoba menerangkan paradigmatik mereka yang tumpah-tindih dengan varian-varian mitos. Model strukturalnya tidak linier.
Untuk mengetahui makna struktur dalam bidang antropologi Levi-Strauss, perlu diketahui terlebih dahulu prinsip dasar dari struktur itu sendiri. Prinsip dasar struktur yang dimaksud disini adalah bahwa struktur sosial tidak berkaitan dengan realitas empiris, melainkan dengan model-model yang dibangun menurut realitas empiris tersebut. Bangunan dari model-model itu yang akan membentuk struktur sosial.
Menurut Levi-Strauss (1958) ada empat syarat model agar terbentuk struktur social
· Sebuah struktur menawarkan sebuah karakter sistem. Struktur terdiri atas elemen-elemen seperti sebuah modifikasi apa saja, yang salah satunya akan menyeret modifikasi seluruh elemen lainnya.
· Seluruh model termasuk dalam sebuah kelompok transformasi, di mana masing-masing berhubungan dengan sebuah model dari keluarga yang sama, sehingga seluruh transformasi ini membentuk sekelompok model.
· Sifat-sifat yang telah ditunjukan sebelumnya tadi memungkinkan kita untuk memprakirakan dengan cara apa model akan beraksi menyangkut modifikasi salah satu dari sekian elemennya.
· Model itu harus dibangun dengan cara sedemikian rupa sehingga keberfungsiannya bisa bertanggung jawab atas semua kejadian yang diobservasi.
Lahirnya konsep Strukturalisme Levi-Strauss merupakan akibat dari ketidakpuasan Levi-Strauss terhadap fenomenologi dan eksistensialisme,Pasalnya para ahli antropologi pada saat ini tidak pernah mempertimbangkan peranan bahasa yang sesungguhnya sangat dekat dengan kebudayaan manusia itu sendiri.
Bagi Levi-Strauss telaah antropologi harus meniru apa yang dilakukan oleh para ahli linguistik. Levi-Strauss memandang bahwa apa yang ada di dalam kebudayaan atau perilaku manusia tidak pernah lepas dari apa yang terefleksikan dalam bahasa yang digunakan. Oleh karena itu akan terdapat kesamaan konsep antara bahasa dan budaya manusia. Singkatnya Levi-Strauss berkeyakinan bahwa untuk mempelajari kebudayaan atau perilaku suatu masyarakat dapat dilakukan melalui bahasa.
Istilah kekerabatan, seperti halnya fonem, merupakan unsur makna; dan seperti fonem, kekerabatan memperoleh maknanya hanya dari posisi yang mereka tempati dalam suatu sistem. Kesimpulannya adalah bahwa “meskipun mereka berasal dari tatanan relitas yang lain, fenomena kekerabatan merupakan tipe yang sama dengan fenomena linguistik.
Pemahaman kita akan adanya struktur dalam setiap benda tau aktivitas manusia memudahkan identivikasi benda atau aktivitas tersebut. Hal yang perlu diperhatikan dalam strukturalisme adalah adanya perubahan pada struktur tersebut. Perubahan yang terjadi dalam suatu struktur disebut dengan transformasi (transformation). Transformasi harus dibedakan dari kata perubahan yang berarti change. Karena dalam proses transformasi tidak sepenuhnya berubah. Hanya bagian-bagian tertentu saja dari suatu struktur yang mengalami perubahan sedangkan elemen-elemen yang lama masih ada.
Sebagaimana sudah disebutkan di atas bahwa terbentuknya struktur meruakan akibat dari adanya relasi-relasi dari beberapa elemen. Oleh karena itu struktur juga oleh Levi-Strauss diartikan sebagai relations of relations atau system of relation.
Ahimsa menyebutkan struktur dapat dibedakan menjadi dua. Struktur luar atau struktur lahir dan struktur dalam atau deep strucutre. Struktur luar adalah relasi-relasi antar unsur yang dapat kita buat atau bangun berdasarkan atas ciri-ciri luar atau ciri-ciri empiris dari relasi-relasi tersebut. Sedangkan struktur dalam adalah susunan tertentu yang kita bangun berdasar atas ciri-ciri struktur lahir yang sudah kita buat namun tidak selalu nampak.
Agar pemahaman mengenai teori strukturalisme Levi-Strauss lebih baik, perlu disampaikan konsep bahasa menurut para ahli linguistik yang mempengaruhi lahirnya teori ini. Diantara mereka yang sangat berpengaruh terhadap pandangan Levi-Strauss adalah; Ferdinan de Saussure, Roman Jakobson dan Nikolay Trobetzkoy. Dari ketiga pemikir linguistik ini, Levi-Strauss memiliki keyakinan bahwa studi sosial bisa dilakukan dengan model linguistik yaitu yang bersifat struktural.
Pada musim semi tahun 1981, setahun setelah meninggalnya ahli filsafat Jean Paul Sartre, majalah Prancis Lire mengadakan sebuah jajak pendapat di kalangan intelektual, mahasiswa dan politisi Prancis, dengan pertanyaan, “siapa tiga pemikir berbahasa Perancis yang masih hidup, yang pandangannya smenurut anda paling berpengaruh terhadap evolusi (perkembangan) pemikiran sastra dan ilmu pengetahuan dan sebagainya ?”. Dari kira-kira 448 jawaban yang masuk, 101 orang menyebut nama Lévi-Strauss, 84 orang menyebut Raymond Aron, 83 orang menyebut Michel Foucault. Nama-nama lain yang juga disebut antara lain adalah Jaques Lacan (51), Simone de Beauvoir (46), dan masih ada lagi beberapa yang lain.
Hasil jajak pendapat tersebut mungkin agak mengherankan juga, karena antropologi bukanlah sebuah cabang ilmu yang populer di Prancis, dibandingkan dengan di Inggris dan Amerika Serikat. Apa ini artinya ? Tidak lain adalah bahwa pemikiran-pemikiran Lévi-Strauss ternyata dipandang begitu berpengaruh oleh kaum intelektual Prancis, dan sedikit banyak hal itu juga menunjukkan bahwa Lévi-Strauss tidak hanya dipandang sebagai ahli antropologi, tetapi juga ahli filsafat, walaupun Lévi-Strauss sendiri sudah tidak lagi begitu menyukai filsafat sebagaimana yang dia kenal, setelah dia berkenalan dengan antropologi.
sebuah karikatur yang banyak direproduksi muncul dalam majalah-majalah Prancis tentang para strukturalis. Di situ digambarkan empat orang tengah duduk melingkar di bawah pohon tropis dengan mengenakan pakaian suku-suku bangsa yang masih primitif, yaitu rok yang terbuat dari daun ilalang. Empat orang tersebut adalah Jacques Lacan, Rolanda Barthes, Michel Foucault dan tentu saja Claude Lévi-Strauss. Judul karikatur ini adalah “Le déjeuner des structuralistes”, atau “makan siang para strukturalis”. Karikatur ini setidak-tidaknya menunjukkan bahwa di kalangan intelektual Prancis ketika itu, empat orang itulah yang dikenal sebagai tokoh-tokoh strukturalisme. Namun, beberapa tahun kemudian, satu persatu dari mereka meninggalkan strukturalisme, dan akhirnya tinggal Lévi-Strauss yang tetap setia menjadi perawat dan pengembang paradigma tersebut. Apa ini artinya ? Tidak lain adalah bahwa Lévi-Strausslah yang paling yakin dengan manfaat dan kemampuan paradigma struktural untuk digunakan menganalisis gejala-gejala sosial-budaya. Dengan kata lain, dialah seorang penganut strukturalisme tulen.
Hasil survei sebuah lembaga Amerika atas kutipan-kutipan antropologi dari tahun 1969-1977, menunjukkan bahwa tulisan-tulisan Lévi-Strauss adalah tulisan yang paling banyak dikutip orang, dibanding tulisan ahli-ahli antropologi yang lain. Dengan kata lain, strukturalisme Lévi-Strausslah yang paling banyak dikenal dan berpengaruh dibandingkan dengan paradigma antropologi yang lain.
Levi-Strauss sering tidak konsisten dengan analisis yang dikembangkan. Levi-Strauss pernah mengatakan bahwa untuk memahami sebuah mitos lebih penting memahami struktur daripada isi cerita. Namun dalam prakteknya ia tidak melakukan analisis seperti yang digambarkan. Dalam beberapa analisisnya ia tidak hanya menlaah pada tataran sintaksis, tetapi juga pada tataran semantis yang berarti isinya juga. Disisi lain ia juga berpendapat bahwa dalam mitos isi dan bentuk tidak bisa dipisahkan juga Levi-Strauss menggunakan cara analisis reductionist (reduksionis).
Cara ini sangat kurang tepat untuk menganalisis mitos sebagai produk budaya manusia yang sangat kompolek. Cara analisis menggunakan sistem ini akan mengurangi kesempurnaan analisis karena akan mengalami kelemahan makna. Douglas menyebut dua reduksionisme yang dilakukan oleh Levi-Strauss yaitu pada model komputer yang dipakainya dan adanya dua tujuan dalam analisis wacana.
Strukturalisme Lévi-Strauss juga bukan hanya merupakan sebuah teori baru, tetapi sebagaimana dikatakan oleh Lévi-Strauss sendiri adalah juga sebuah epistemologi baru dalam ilmu-ilmu sosial-budaya. Oleh karena itu strukturalisme Lévi-Strauss tidak hanya penting bagi dan dalam antropologi, tetapi juga penting bagi ilmu-ilmu sosial-budaya lain. Tidak mengherankan, setelah kemunculan strukturalisme ini pandangan-pandangan antropologi kemudian mempengaruhi cabang-cabang ilmu sosial-budaya yang lain seperti sosiologi, sastra, dan filsafat.
Aliran pemikiran baru yang muncul setelah strukturalisme, sepertipost-modernisme atau post-strukturalisme ini nama-nama yang sebenarnya kurang tepat untuk menyebut sebuah aliran pemikiran atau semiotika yang kini populer di Barat, tidak dapat dipahami dengan baik tanpa memahami strukturalisme. Bagaimanapun juga, kelahiran paradigma-paradigma baru ini tidak dapat dilepaskan dari munculnya strukturalisme itu sendiri. Tanpa memahami strukturalisme akan sulit memahami post-strukturalisme atau post-modernisme.
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF
Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme, yang berarti, tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan), teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Untuk pengembangan teori ini, Piaget memperoleh Erasmus Prize. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:
Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
Langganan:
Postingan (Atom)